FC Barcelona

Sabtu, 16 Mei 2015

Education



A.    Pengertian pendidikan dalam arti sempit
     Pendidikan dalam arti mikro (sempit) merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik baik di keluarga, sekolah maupun di masyarakat.Namun pendidikan dalam arti sempit sering diartikan sekolah (pengajaran yang di selenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal, segala pengaruh yang di upayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka). Dalam arti sempit, pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.      Tujuan pendidikan dalam arti sempit ditentukan oleh pihak luar individu peserta didik. Sebagaimana kita maklumi, tujuan pendidikan suatu sekolah atau tujuan pendidikan suatu kegiatan belajar-mengajar di sekolah tidak dirumuskan dan ditetapkan oleh para siswanya.
 2.      Lamanya waktu pendidikan bagi setiap individu dalam masyarakat cukup bervariasi, mungkin kurang atau sama dengan enam tahun, sembilan tahun bahkan lebih dari itu. Namun demikian terdapat titik terminal pendidikan yang ditetapkan dalam satuan waktu.
            Pendidikan dilaksanakan di sekolah atau di dalam lingkungan khusus yang diciptakan secara sengaja untuk pendidikan dalam konteks program pendidikan sekolah. Dalam pengertian sempit, pendidikan hanyalah bagi mereka yang menjadi peserta didik (siswa/mahasiswa) dari suatu lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi). Pendidikan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar yang terprogram dan bersifat formal atau disengaja untuk pendidikan dan terkontrol. Dalam pengertian sempit, pendidik bagi para siswa terbatas pada pendidik profesional atau guru.

B.     Pengertian pendidikan dalam arti luas
            Sedangkan pendidikan dalam arti makro (luas) adalah proses interaksi antara manusia sebagai individu/ pribadi dan lingkungan alam semesta, lingkungan sosial, masyarakat, sosial-ekonomi, sosial-politik dan sosial-budaya. Pendidikan dalam arti luas juga dapat diartikan hidup (segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu, suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir).
Jadi pendidikan dalam arti luas, hidup adalah pendidikan, dan pendidikan adalah hidup (life is education, and education is life). Maksudnya bahwa pendidikan adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu.
Dalam arti luas, pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup individu, tidak ditentukan oleh orang lain.
2. Pendidikan berlangsung kapan pun, artinya berlangsung sepanjang hayat (life long education). Karena itu pendidikan berlangsung dalam konteks hubungan individu yang bersifat multi dimensi, baik dalam hubungan individu dengan Tuhannya, sesama manusia, alam, bahkan dengan dirinya sendiri.
3. Dalam hubungan yang besifat multi dimensi itu, pendidikan berlangsung melalui berbagai bentuk kegiatan, tindakan, dan kejadian, baik yang pada awalnya disengaja untuk pendidikan maupun yang tidak disengaja untuk pendidikan.
4. Berlangsung bagi siapa pun. Setiap individu anak-anak atau pun orang dewasa, siswa/mahasiswa atau pun bukan siswa/ mahasiswa dididik atau mendidik diri.
5. Pendidikan berlangsung dimana pun. Pendidikan tidak terbatas pada schooling saja. Pendidikan berlangsung di dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan di dalam lingkungan alam dimana individu berada. Pendidik bagi individu tidak terbatas pada pendidik profesional.




C.     Pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah
     Pendidik karena kedudukannya, adalah seorang pengambil keputusan. Setiap hari pada waktu melaksanakan proses pendidikan , pendidik dihadapkan pada tugas mngambil keputusan tentang bagaimana merencanakan pengalaman belajar, mengajar, membimbing mahasiswa, mengorganisasi sistem sekolah, dan banyak lagi hal – hal yang lain.
1.      Sumber-sumber pendidikan.
a.  Pengalaman.
                        Pengalaman adalah sumber pengetahuan yang telah banyak diketahui dan digunakan orang. Kearifan yang ditemukan dari generasi ke generasi merupakan hasil dari pengalaman, apabila kita tidak mengambil manfaat ari pengalaman itu mungkin kemajuan akan sangat terhambat. Kemampuan untuk belajar dari pegalaman sering dianggap sebagai ciri utama dari perilaku cerdas manusia. Meskipun demikian, sebagi sumber kebenaran, pengalaman mempunyai keterbatasan. Hal ini karena ada tidaknya pengaruh suatu kejadian terhadap seseorang akan bergantung kepada siapa orang itu. Kelemahan lain dari pengalaman ialah bahwa sering kali seseorang perlu mengetahui hal – hal yang tidak dapat dipelajari/diketahui lewat pengalamannya sendiri.
b. Otoritas
     Otoritas atau wewenang sering dijadikan orang dalam hal – hal yang sulit atau yang tidak mungkin diketahui melalui pengalaman pribadi. Artinya, orang mencari jawab dari pertanyaan itu dari oranglyang telah mempunyai pengalaman dalam hal itu, atau yang telah mempunyai sumber keahlian lainnya.
 c.Cara berfikir induktif
                              Kesimpulan yang berasal dari cara berpikir deduktif hanya benar apabila premis yang menjadi dasar kesimpulan itu benar. Francis Bacon (1561-1626), berpendapat bahwa para pemikir hendaknya tidak merendahkan diri begitu saja dengan menerima premis orang yang punya otoritas sebagai kebenaran mutlak. Bacon menyatakan agar para pencari kebenaran mengamati alam secara langsung dan membersihkan pikiran dari purbasangka dan gagasan-gagasan yang telah terbentuk sebelumnya, yang disebutnya sebagai “pujaan” (idol).

d. Pendekatan ilmiah
     Pendekatan ilmiah biasanya dilukiskan sebagai proses dimana penyelidikan secara induktif bertolak dari pengamatan mereka menuju hipotesis. Kemudian secara deduktif peneliti bergerak dari hipotesis ke implikasi logis hipotesis tersebut. Mereka menarik kesimpulan mengenai kesimpulan mengenai akibat yang akan terjadi apabila hubungan yang diduga itu benar. Apabila implikasi yang diperoleh secara deduktif  ini sesuai dengan pengetahuan yang sudah diterima dengan data empiris (yang dikumpulkan). Berdasarkan bukti-bukti ini, maka hipotesis itu dapat diterima atau ditolak.

        




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
 Bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang tidak asing bagi kita, terlebih lagi karena kita bergerak di bidang pendidikan. Juga pasti kita sepakat bahwa pendidikan diperlukan oleh semua orang. Bahkan dapat dikatakan bahwa pendidikan ini dialami oleh semua manusia dari semua golongan.



















DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, Ngalim.1958.Ilmu Pendidikan.Bandung:Remadja Karya.
fourseasonnews.blogspot.com/.../pengertian-pendidikan-secara-umum.html
file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEDAGOGIK/.../LPPOLRI.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar