FC Barcelona

Senin, 15 Juni 2015

KREATIVITAS






Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan, seni dan teknologi telah berkembang demikian pesatnya. Seluruh umat manusia dibelahan bumi manapun, termasuk masyarakat Indonesia sedikit banyaknya telah menikmati buah karya ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi. Hasil karya ilmu pengetahuan dan teknologi seperti mobil, pesawat, kereta api, listrik, computer, televisi dan masih banyak lagi sarana yang memudahkan kerja manusia, kini bukan menjadi barang asing lagi. Jarak antarnegara yang dahulu ditempuh dengan berjalan kaki ataupun dengan berkuda, yang dapat menghabiskan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan kini tidak perlu dikhawatirkan lagi dengan adanya mobil, kereta api, kapal laut, bahkan pesawat terbang yang siap mengantar dalam beberapa jam saja. Ekspedisi ke bulan yang semula hanya khayalan, itupun telah menjadi “impian yang menjadi kenyataan”. Bahkan para ibu yang biasa kerepotan dengan urusan rumah tangga pun kini dapat menghemat waktu dan tenaganya dengan barang-barang elektronik yang serba mudah dan cepat membantunya mengerjakan pekerjaan rumah. Itu semua merupakan hasil karya kreativitas yang dikembangkan oleh manusia-manusia kreatif.
            Pada dasarnya ilmu pengetahuan, seni dan teknologi akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat majunya sebuah peradaban. Dengan potensi yang diberikan Tuhan, manusia terus mengembangkan diri dan membangun peradabannya. Melalui ilmu pengetahuan manusia dapat memperbaiki kekurangannya dan menciptakan hal-hal baru yang berdaya guna dalam kehidupan masyarakat banyak. Tanpa dibarengi dengan rasa keingintahuan yang tinggi, keinginan untuk selalu maju dan meningkatkan diri, jiwa pencari pengetahuan yang besar, serta ide original yang tiba-tiba muncul yang semata-mata pemberian dari Tuhan, manusia tidak akan mencapai perkembangan sepesat ini. Tanpa kekuatan manusia yang telah dianugerahkan Tuhan tersebut, tidak akan banyak perubahan dan kemajuan yang terjadi dalam kehidupan kita.
            Dengan perkembangan zaman, kita wajib bersyukur kepada Tuhan yang Maha kreatif karena telah menciptakan manusia yang sedemikian unik dan kreatif. Kita juga perlu mensyukuri kiprah seseorang yang senantiasa menjaga kekuatan daya hidup dan kreativitasnya. Karena berkat jasa orang-orang inilah maka kehidupan dapat berkembang. Untuk lebih mengenal mengenai kreativitas, penulis akan menjelaskan dalam makalah ini.




                                                                      

A.    Definisi Kreativitas
Menurut James J. Gallagher (1985) mengatakan bahwa Kreativitas merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan ataupun produk baru, atau mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya.
Menurut Clarkl Monstakis mengatakan bahwa kreativitas merupakan pengalaman dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri sendiri, alam, dan orang lain.
Menurut Chaplin kreativitas adalah kemampuan menghasilkan bentuk baru dalam seni, atau dalam permesinan atau dalam memecahkan masalah-masalah dengan metode-metode baru[1].
Dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan suatu proses mental individu yang melahirkan gagasan, proses, metode ataupun produk baru yang efektif yang bersifat imanjinatif, dan estetis yang guna dalam berbagai bidang untuk pemecahan suatu masalah. Terdapat delapan arti kreativitas juga yang populer, yaitu[2] :
1.      Suatu perbuatan yang menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda.
2.      Kreasi sesuatu yang baru dan original secara kebetulan.
3.      Apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan karenanya unik.
4.      Proses mental yang unik, suatu proses yang semata-mata dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, dan original.
5.      Kretivitas yang seringkali dianggap sinonim dengan kecerdasan tinggi.
6.      Sepercik kejeniusan yang diwariskan pada seseorang dan tidak ada kaitannya dengan belajar atau orang kreatif merupakan sarana konsep.
7.      Bentuk permainan mental yang merupakan kegiatan otak yang teratur, komprehensif, imajinatif menuju suatu hasil yang original.
8.      Anak merupakan orang yang kreatif atau tak kreatif, penurut atau pencipta.
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya. Musuh utama kreativitas adalah wawasan yang sempit dan inspirasi yang dangkal. Teknik kreativitas itu sendiri tidak kreatif; andalah yang kreatif. Namun, dengan menggunakan teknik mampu mendorong seseorang ke titik awal yang berbeda, yang membantu memperoleh pandangan yang segar, dan mendapatkan sesuatu yang benar unik dan berbeda[3].

B.     Unsur Karakteristik Kreativitas
1.      Kreativitas merupakan proses bukan hasil.
2.      Proses itu mempunyai tujuan yang mendatangkan keuntungan bagi orang itu sendiri atau kelompok sosialnya.
3.      Kreativitas mengarah kepenciptaan suatu yang baru, berbeda, dan karenanya unik bagi orang itu, baik itu berbentuk lisan atau tulisan, maupun konkret atau abstrak.
4.      Kretivitas timbul dari pemikiran divergen, sedangkan konformitas dan pemecahan masalah sehari-hari timbul dari pemikiran konvergen.
5.      Kreativitas merupakan suatu cara berpikir, tidak sinonim dengan kecerdasan, yang mencakup kemampuan mental selain berpikir.
6.      Kemampuan untuk menciptakan bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima.
7.      Kreativitas merupakan bentuk imajinasi yang dikendalikan yang menjurus kearah beberapa bentuk prestasi, misalnya melukis, membangun dengan balok, atau melamun.

C.     Perkembangan Kreativitas
Studi-studi mengenai kreativitas menunjujjah bahwa perkembangannya mengikuti pola yang dapat diramalkan. Beberapa anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang menyebabkan kebekuan kreativitas mereka pada periode ini.
1.      Periode kritis dalam perkembangan kreativitas
a.       5 sampai 6 tahun
Sebelum anak siap memasuki sekolah mereka belajar bahwa mereka harus menerima perintah dan meyesuaikan diri dengan peraturan dan perintah orang dewasa di rumah dan kelak di sekolah. Semakin keras kekuasaan orang dewasa, semakin beku kretivitas anak tersebut.
b.      8 sampai 10 tahun
Keinginan untuk diterima sebagai anggota gang mencapai puncaknya pada usia ini. Kebanyakan anak merasa bahwa untuk dapat diterima, mereka harus dapat menyesuikan diri dengan pola gang yang telah ditentukan dan setiap penyimpangan membahayakan proses penerimaan.
c.       13 sampai 15 tahun
Upaya untuk memperoleh persetujuan teman sebaya, terutama dari anggota jenis kelamin yang berlawanan, mengendalikan pola perilaku anak remaja. Seperti halnya anak yang berada pada usia-gang, remaja menyesuaikan dirinya dengan harapan untuk mendapatkan persetujuan dan penerimaan.
d.      17 sampai 19 tahun
Pada usia ini upaya untuk memperoleh persetujuan dan penerimaan, dan juga latihan untuk pekerjaan yang dipilih, mungkin akan mengekang kretivitas. Apabila pekerjaan menuntut konformitas dengan pola standar serta keharusan mengikuti perintah dan peraturan tertentu, sebagaimana halnya dengan kebanyakan pekerjaan rutin, hal itu akan membekukan kreativitas.

D.    Upaya membantu mengembangkan kreativitas dan implikasinya dalam pendidikan
1. Torrance
Menanamkan relasi bantuan dengan istilah “creative relationship” yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
Pembimbing berusaha memahami pikiran dan perasaan anak
Pebimbing mendorong anak untuk mengungkapkan gagasannya tanpa mengalami hambatan
Pebimbing lebih menekan pada proses daripada hasil hingga pebimbing dituntut untuk mampu memandang permasalahan anak
Pebimbing tidak memaksakan pendapat,pandangan atau nilai-nilai tertentu pada anak.
2.      Dedi supriadi
Mengemukakan sejumlah bantuan yang dapat digunakan untuk membimbing perkembangan anak-anak kreatif,yaitu:
Menciptakan rasa amankepada anak untuk mengekspresikan kreativitasnya
Mengakui dan menghargai gagasan anak
Menjadi pendorong bagi anak untuk mengkombinasikan dan mewujudkan gagasan-gagasannya
Memberikan peluang  untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasannya
Memberikan informasi mengenai peluang yang tersedia.

E.     Strategi untuk meningkatkan kreativitas di kelas menurut Jeanne Ellis Ormrod dalam buku Psikologi Pendidikan diantaranya adalah:

1.    Tunjukkan kepada siswa bahwa kreativitas itu dihargai. Caranya ialah:
*   Mendorong dan memberi penghargaan (reward) terhadap ide-ide dan respons-respons yang tidak biasa. Misalnya guru mengekspresikan kegembiraan ketika siswa menyelesaikan suatu proyek dengan cara yang unik dan kreatif. 
*   Ikut terlibat  bersama siswa dalam aktivitas-aktivitas kreatif  (B.A Hennessey & Amabile, 1987; Lubart & Mouchiround, 2003; Runco, 2004; Sternberg, 2003).
2.         Fokuskan perhatian siswa pada penghargaan internal daripada penghargaan eksternal
      Para siswa akan lebih kreatif ketika mereka terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang mereka senangi dan dapat merasa bangga dengan apa yang sedang mereka kerjakan. (B.A Hennessey, 1995;Lubart& Mouchiround, 2003)
3.         Doronglah siswa menguasai suatu area mata pelajaran
Kreativitas pada suatu area pelajaran tertentu lebih mungkin terjadi ketika siswa benar-benar menguasai suatu topik. (Amabile & Hennessey, 1992; Haskell, 2001; Simonton, 2000)
4. Berikan pertanyaan yang mengasah pikiran
      Siswa lebih mudah berpikir kreatif ketika kita menanyakan pertanyaan-pertanyaan tingkat tinggi yaitu pertanyaan yang mengharuskan mereka menggunakan informasi yang telah dipelajari  
sebelumnya dengan cara yang baru.
5.Berikan siswa kebebasan dan rasa aman yang dibutuhkan untuk mengambil risiko
      Supaya kreatif, siswa harus berani mengambil risiko sesuatu yang tidak mungkin terjadi jika mereka takut gagal (Houtz, 1990;Sternberg, 2003).Untuk mendorong keberanian mengambil risiko, guru dapat mengizinkan siswa terlibat dalam suatu kegiatan tanpa mengevaluasi performa mereka, mendorong merekamenganggap kesalahan dan kegagalan sebagai suatu aspek yang tak terelakkan tetapi biasanya hanya sementara dari proses kreatif(B.A. Hennessey & Amabile, 1987; Prutit, 1989).
9.      Sediakan waktu yang memadai untuk mendorong tumbuh kembangnya kreativitas
      Siswa memerlukan waktu untuk bereksperimen dengan materi dan ide baru, untuk berpikir divergen, dan terkadang untuk melakukan kesalahan.

F.      Ciri-ciri Individu Kreatif
Sund (1975) mengatakan bahwa individu kreatif memiliki ciri-ciri berikut:
1.         Hasrat keingintahuan yang cukup besar
2.         Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru
3.         Panjang akal
4.         Keinginan untuk menemukan dan meneliti
5.         Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit
6.         Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
7.         Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas
8.         Berfikir fleksibel
9.         Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak
10.     Kemampuan membuat analisis dan sintesis
11.     Memiliki semangat bertanya serta meneliti
12.     Memiliki daya abstraksi yang cukup baik
13.     Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas

G.    Kondisi yang meningkatkan kreativitas
1.      Waktu
Untuk menjadi kreatif, sesorang membutuhkan waktu yang panjang dan bebas, agar dapat bermain-main dengan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dan mencobanya dalam bentuk baru dan original.
2.      Kesempatan Menyendiri
Seseorang membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk mengembangkan kehidupan imajinatif yang kaya.
3.      Dorongan
Seseorang harus memberi dorongan atau motivasi untuk kretif dan bebas dari ejekan dan kritik yang seringkali dilontarkan pada orang yang kreatif.
4.      Sarana
Sarana harus disediakan untuk merangsang dorongan eksperimentasi dan eksplorasi, yang merupakan unsur penting dari semua kreativitas.
5.      Lingkungan yang merangsang
Lingkungan rumah dan sekolah harus merangsang kreativitas dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreativitas, dan menjadikan kretivitas suatu pengalaman yang menyenangkan dan diharigai secara social.
6.      Hubungan orang tua – anak yang tidak posesif
Orang tua yang tidak terlalu posesif terhadap anak, mendorong anak untuk mandiri dan percaya diri, dua kualitas yang sangat mendukung kreativitas.
7.      Cara mendidik anak
Mendidik anak secara demokratis dan permisif dirumah dan sekolah meningkatkan kreativitas sedangkan cara mendidik otoriter memadamkannya.
8.      Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan
Semakin banyak pengetahuan yang dapat diperoleh, semakin baik dasar untuk mencapai hasil yang kreatif.

H.    Taraf-taraf Ide Kreatif
Kita juga membutuhkan sumbangan-sumbangan pikiran kreatif yang lebih praktis. Karena itu dapat disusun semacam daftar urutan atau taraf untuk ide-ide kita.
Pertama, penyempurnaan fungsi kalender, misalnya memperbarui penulisan angka-angka tanggal pada kalender, supaya lebih menyatu dengan nama-nama hari, dan sangat jelas meskipun kecil.
Kedua, meningkatkan daya tariknya, mencari desain gambar hiasan yang lebih menarik, mungkin bisa diganti-ganti sendiri dengan yang lain secara bebas sesuai keinginan pemiliknya.
Ketiga, memikirkan bahan, mencari bahan untuk kalender yang bukan dari kertas.
keempat, memikirkan konsep yang sama sekali baru tentang penanggalan.
Kelima, memikirkan cara mengetahui waktu tanpa kalender.
Secara berangsur-angsur dari taraf pertama hingga terakhir, kita menargetkan penyempurnaan produk, peningkatan pelayanan, penciptaan keunikan, konsep yang sama sekalin baru tentang penanggalan, dan terakhir adalah cara yang belum pernah dicoba untuk mengetahui waktu. Semua berhak untuk disebut kreatif, hanya dibedakan dalam taraf[4].
BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
1.      Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya.
2.      Unsur Karakteristik Kreativitas
*   Kreativitas merupakan proses bukan hasil.
*   Proses itu mempunyai tujuan yang mendatangkan keuntungan
*   Kreativitas mengarah kepenciptaan suatu yang baru, berbeda, unik
*   Kretivitas timbul dari pemikiran divergen
*   Kreativitas merupakan suatu cara berpikir
*   Kemampuan untuk menciptakan bergantung pada perolehan pengetahuan yang diterima.
*   Kreativitas merupakan bentuk imajinasi yang dikendalikan
3.      Perkembangan Kreativitas, terdapat periode kritis yang terbagi menjadi 4 periode, yaitu : periode 5 sampai 6 tahun, 8 sampai 10 tahun, 13 sampai 15 tahun, dan 17 sampai 19 tahun.
4.      Upaya membantu mengembangkan kreativitas dan implikasinya dalam pendidikan:
Menanamkan relasi bantuan dengan istilah “creative relationship” yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
*   Pembimbing berusaha memahami pikiran dan perasaan anak
*   Pebimbing mendorong anak untuk mengungkapkan gagasannya tanpa mengalami hambatan
*   Pebimbing lebih menekan pada proses daripada hasil hingga pebimbing dituntut untuk mampu memandang permasalahan anak
*   Pebimbing tidak memaksakan pendapat, pandangan atau nilai-nilai tertentu pada anak, dsb.
*   Tunjukkan kepada siswa bahwa kreativitas itu dihargai.
*   Fokuskan perhatian siswa pada penghargaan internal daripada penghargaan eksternal
*   Doronglah siswa menguasai suatu area mata pelajaran
*   Berikan pertanyaan yang mengasah pikiran
*   Berikan siswa kebebasan dan rasa aman yang dibutuhkan untuk mengambil risiko
*   Sediakan waktu yang memadai untuk mendorong tumbuh kembangnya kreativitas
6.      Ciri-ciri Individu Kreatif:
*   Hasrat keingintahuan yang cukup besar
*   Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru
*   Panjang akal
*   Keinginan untuk menemukan dan meneliti
*   Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit
*   Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
*   Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas
*   Berfikir fleksibel
*   Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak
*   Kemampuan membuat analisis dan sintesis
*   Memiliki semangat bertanya serta meneliti
*   Memiliki daya abstraksi yang cukup baik
*   Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas
7.      Kondisi yang meningkatkan kreativitas, yaitu: waktu, kesempatan menyendiri, dorongan, sarana, lingkungan yang merangsang, hubungan orang orang tua – anak yang tidak posesif, cara mendidik anak, kesempatan untuk memperoleh pengetahuan.

8.      Taraf-taraf ide kreatif
*             Penyempurnaan fungsi kalender.
*             meningkatkan daya tariknya.
*             memikirkan bahan.
*             memikirkan konsep yang sama sekali baru tentang penanggalan.
*             memikirkan cara mengetahui waktu tanpa kalender.

B.     Saran
Berdasarkan hasil makalah yang telah kami buat, pemakalah mencoba memberikan saran-saran kepada semua pihak, semoga saja makalah ini dapat bermanfaat untuk makalah lain sebagai bahan rujukan untuk membuat makalah yang serupa yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang.













DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth B. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga. 1978. Ed. 6.
Rachmawati, Yeni dan Euis Kurniati. STRATEGI PENGEMBANGAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK. Jakarta: Kencana. 2010
Chandra, Julius. Kreativitas Bagaimana Menanami, Membangun dan Mengembangkannya. Yogyakarta: Kanisius. 1994
Clegg, Brian dan Paul Birch. Instant Creativity 76 Cara Instan Meningkatkan Kreativitas Anda. Jakarta: Esensi erlangga group. 2006



















Lampiran : Hasil Kreativitas


[1]Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati, STRATEGI PENGEMBANGAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK, (Jakarta: Kencana, ed-1, 2010)
[2] Elizabeth B. Hurlock,Perkembangan Anak,(Jakarta: Erlangga, ed-6, 1978)
[3]Brian Clegg dan Paul Birch. Instant Creativity 76 Cara Instan Meningkatkan Kreativitas Anda. (Jakarta: Esensi erlangga group. hal. 8. 2006)
[4]Julius Chandra,Kreativitas Bagaimana Menanami, Membangun dan Mengembangkannya, Yogyakarta: Kanisius. 1994

Tidak ada komentar:

Posting Komentar