EMOSI
A. Pengertian Emosi
secara etimologis emosi berasal dari kata prancis emotion, atau emouvoir, 'exicte' berdasarkan kata latin artinya keluar atau bergerak keluar. emosi juga dapat diartikan sebagai suatu reaksi psikologis dalam bentuk tingkah laku gembira, sedih, bahagia, berani, takut, maraah, muak, haru, cinta dan sejenisnya. menurut keleinginna dan keleinginan (1981) berpendapat bahwa emosi sering kali berhubungan dengan tujuan tingkah laku.
B. Faktor Faktor Yang Mempengauhi Emosi
1. Faktor internal
umumnya emosi seseorang muncul berkaitan erat dengan apa yang dirasakan seseorang secara individu. mereka merasa tidak puas, benci terhadap diri sendiri dan tidak bahagia.
2. Faktor Eksternal
faktor dimana luapan emosi seseorang bersumber dari lingkungan sekitar dimana ia berada.
C. Perkembangan Moral, Nilai, dan Sikap
Nilai merupakan rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan, pilihan apakah sesuatu itu baik atau buruk. Nilai adalah berupa Norma, etika, peraturan, undang-undang, adat kebiasaan, aturan agama, dan rujukan lainnya. nilai-nilai kehidupan adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat misalnya adat kebiasaan dan sopan santun (Sutikna;1988 :5)
Moral adalah ajaran tentang baik, buruk perbuatan dan kelakuan, akhlak, kewajiban dan sebagainya (Purwanto, 1957:957)
Sikap adalah keseluruhan dari kecenderungan dan perasaan, pemahaman, gagasan, rasa takut, perasaan terancam,dan keyakinan-keyakinan tentang suaatu hal.
D. Faktor yang mempengaruhi perkembangan Moral
1. konsisten dalam mendidik anak;
2. sikap orang tua dalam keluarga;
3. penghayatan dan pemngamalan agama yang dianut;
4. sikap konsisten orangtua dalam menerapkan norma
E. Upaya pengambangan Moral, Nilai, dan Sikap, serta implikasinya dalam pendidikan.
pada akhir masa remaja, terdapat 5 perybahan yang dapat dilukiskan sebagai berikut;
1. pandangan moral remaja mulai mejadi abstrak
2. pandangan moral remaja seing berpusat pada apa yang benar dan apa yang salah.
3. penilaian moral pada remaja semakin mendasarkan diri pada pertimbangan kognitif
4. penilaian moral yang dilakukan remaja menunjukan perubahan yang bergerak dari sifat egosentris menjadi sosiosentris
5. penilaian moral secara psikis juga berkembang menjadi lebih mendalam yang merupakan dapat menimbulkan sumber emosi dan ketegangan-ketegangan psikologis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar