FC Barcelona

Senin, 25 Mei 2015

TEORI BELAJAR


Selasa, 28 april 2015 

PSIKOLOGI PENDIDIKAN
TEORI BELAJAR
 Terdapat 4 aliran didalam teori belajar diantaranya :
a.       Teori belajar behaviorisme
b.      Teori belajar kognitif
c.       Teori belajar humanistic
d.      Teori belajar konstruktivisme
 Berikut penjelasannya ………..
     A. Teori belajar behaviorisme
Behaviorisme atau Aliran Perilaku adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme termasuk tindakan,pikiran,atau perasaan dapat dianggap sebagai prilaku.
Menurut teori ini ,belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang telah dikatakan sudah belajar jika telah mampu bertingkah laku dengan cara baru sebagai hasil dari interaksi antara stimulus yang berupa proses dan materi pembelajaran dengan respon.
Contoh : seorang pelajar belum dikatakan berhasil dalam belajar ilmu pengetahuan sosial jika dia belum bisa/tidak mau melibatkan diri dalam kegiatan – kegiatan sosial di masyarakat,seperti : ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemilu ,kerja bakti,ronda, Dll.
Tokoh tokoh dalam teori behaviorisme antara lain:
ü  Ivan petrovich Pavlov
ü  John Watson
ü  Edward lee thorndike
     Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran
di dalam teori belajar ini ,seorang guru harus bisa menjadi contoh yang baik,
              memahami setiap karakter siswa ,setiap siswa juga harus mampu memprakte
              kan ilmu yang telah ia pelajari.menurut teori ini dalam belajar yang penting
              adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.aliran ini            menenekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
       Kekurangan dan Kelebihan Teori Behaviorisme
Kekurangan :
·         Pembelajaran siswa hanya terpusat kepada guru
Siswa hanya belajar dengan apa yang guru telah ajarkan.mereka tidak diajarkan untuk berkreasi sesuai dengan perkembangannya.
·         Siswa hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru.
Model pembelajarannya bisa dikatakan model kuno karena mereka menghafal apa yang didengar oleh guru.penggunaan hukuman biasanya sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkannya.
·         Peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi.
Menurut teori ini belajar merupakan proses pembentukan yang membawa peserta didik untuk mencapai target tertentu.apabila teori ini diterapkan terus menerus tanpa ada cara lain,maka bisa dipastikan mereka akan tertekan,tidak menyukai guru bahkan malas belajar.

              Kelebihan :
·         Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan.
·         Materi yang diberikan sangat detail hal ini adalah proses memasukkan stimulus yang dianggap tepat.
·         Membangun konsentrasi pikiran siswa.

      B. Teori Belajar Kognitif
Teori psikologi kognitif adalah bagian terpenting dari sains kogintif.sains kognitif merupakan himpunan disiplin ilmu yang terdiri atas : psikologi kognitif, ilmu computer,linguistic,intelegensi buatan,matematika,epistimologi,dan psikologi syaraf. Menurut teori ini tingkah laku manusia yang tampak tak dampat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental seperti : motivasi,kesenjangan,keyakinan, dan sebagainya.



Tokoh dalam teori belajar kognitif
-          Cognitive field (Kurt lewin)
Teori ini menitikberatkan perhatian pada kepribadian dan psikologi sosial,karena pada hakikatnya masing – masing individu berada didalam suatu medan kekuatan,yang bersifat psikologis,yang disebut life space.
Menurut teori ini,belajar itu langsung sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Perubahan struktur kognitif adalah hasil pertemuan dari dua kekuatan, yaitu, yang berasal dari struktur medan kognitif itu sendiri dan yang lainnya berasal dari kebutuhan dan motivasi internal individu.
-          Cognitive development (piaget)
Piaget memandang bahwa proses berfikir merupakan aktifitas gradual dari fungsi intelektual,yaitu dari berfikir konkret menuju abstrak. Berarti perkembangan kapasitas mental memberikan kemampuan baru yang sebelumnya tidak ada.dalam teori ini siswa harus diberikan suatu areal yang belum diketahui,agar ia dapat belajar.dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha – usaha untuk dapat mengakomodasi. Dari area dan situasi itulah yang akan mempermudah siswa dalam perkembangan kognitif.
-          Teori belajar Benyamin S.Bloom
Teori ini menggunakan taksonomi untuk domain kognitif. Taksonomi adalah metode untuk membuat urutan pemikiran dari tahap dasar kea rah yang lebih tinggi dari kegiatan mental,dengan enam tahapan :
1.      Pengetahuan (knowledge) ialah kemampuan , menghafal , mengingat atau mengulangi informasi yang perna diberikan.
2.      Pemahaman (comprehension) ialah kemampuan untuk menginterpretasi atau mengulang informasi dengan bahasa sendiri.
3.      Aplikasi (application) ialah kemampuan menggunakan informasi ,teori,dan aturan pada situasi baru.
4.      Analisis (analysis) ialah kemampuan mengurai pemikiran yang kompleks,dan mengenai bagian – bagian serta hubungannya.
5.      Sintesis adalah kemampuan mengumpulkan komponen yang sama guna membentuk satu pola pemikiran yang baru
6.      Evaluasi adalah kemampuan membuat pemikiran berdasarkan kriteria yang ditetapkan
C.      Teori Belajar dari psikologi humanistic
-          Awal timbulnya psikologi humanistic
Akhir tahun 1940 an muncullah suatu perpektif psikologi baru.adapun orang orang yang berjasa dalam perkembangan ini , antara lain ahli – ahli psikologi klinik,pekerja – pekerja sosial dan konselor,gerakan ini berkembang dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistic,eksestransial,perceptual, atau fenomenologikal.
Dalam dunia pendidikan,aliran humanistis muncul pada tahun 1960 sampai dengan 1970-an dan adanya inovasi yang terjadi selama dua decade yang terakhir pada abad ke -20 ini.
-          Tokoh – Tokoh Teori Belajar Humanistis
a.       Combs
Combs adalah salah satu tokoh yang menonjol dalam aliran humanistis.
Combs menyatakan bahwa apabila kita ingin memahami perilaku orang kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang tersebut.combs dan kawan – kawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu,ini sesungguhnya berarti bahwa siswa itu tidak punya motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu.apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain,mungkin sekali siswa akan memberikan reaksi positif.
b.      Maslov
Menurut maslov didalam diri kita terdapat dua hal :
1.      Suatu usaha yang positif untuk berkembang
2.      Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu (maslov,1968)
Pada diri kita ,kadang kala kita punya rasa takut seperti takut untuk bertindak,takut untuk mengambil kesempatan,tidak percaya diri dan sebagainya.Tetapi usahakan untuk bisa maju kea rah keutuhan,keunikan diri, ke arah berfungsinya kemampuan,kea rah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan pada saat itu ia dapat menerima diri sendiri. (be confident )
c.       Rogers
Dalam bukunya “freedom to learn”,ia menunjukan sebuah prinsip – prinsip belajar humanistic yang penting,diantaranya adalah :
1.      Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami
2.      Belajar yang signifikan terjadi apabila subject matter dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud – maksud sendiri.
3.      Belajar yang menyangkut suatu perubahan didalam persepsi mengenai dirinya sendiri,dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya.
4.      Tugas – tugas belajar yang mengancam diri adalah lebih mudah dirasakan untuk diasimilasikan apabila ancaman – ancaman dari luar itu semakin kecil
5.      Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah,pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda – beda dan terjadilah proses belajar.
6.      Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya
7.      Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung jawab terhadap proses belajar itu.
8.      Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya,baik perasaan maupun intelek,merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari
9.      Kepercayaan terhadap diri sendiri,kemerdekaan,kreatifitas lebih mudah dicapai apabila terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting
10.  Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar,suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatauannya ke dalam dirinya sendiri mengenal proses perubahan itu. 
T    B. Teori Belajar Konstruktivisme
-          Orientasi
belajar menurut konstruktivisme adalah suatu proses mengasimilasikan dan mengkaitkan pengalaman atau pelajaran yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dimikinya,sehingga pengetahuannya dapat dikembangkan.
Teori kontruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generative,yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari.
Kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan pengalamannya.kontruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru,apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman.ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis.didalam teori ini,satu prinsip yang mendasar adalah guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa,namun siswa juga harus berperan aktif membangun sendiri pengetahuan di dalam memorinya.berdasarkan teori kontruktivisme makna belajar adalah aktivitas yang aktif,dimana peserta didik membina sendiri pengetahuannya,mencari arti dari apa yang mereka pelajari dan merupakan proses menyelesaikan konsep dan ide – ide baru dengan kerangka berfikir yang telah ada dan dimilikinya (shymansky,1992)
-          Tokoh – tokoh teori belajar konstruktivisme
Ada beberapa tokoh yang menonjol dalam aliran kontruktivisme yaitu :
a.       Driver dan Bell
Driver dan bell mengajukan karakteristik sebagai berikut :
siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan,
belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa.
Pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikontruksi secara personal
Pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan,melainkan melibatkan pengaturan situasi kelas.
Kurikulum bukanlah sekedar dipelajari,melainkan seperangkat pembelajaran,materi, dan sumber.
b.      J.J. Piaget
Tiga dalil pokok piaget yang berkaitan dengan perkembangan intelektual ,perkembangan kognitif atau biasa juga disebut tahap perkembangan mental,sebagai berikut :
-          Perkembangan intelektual terjadi melalui tahap – tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama.maksudnya , setiap manusia akan mengalami urutan – urutan tersebut dan dengan urutan yang sama,
-          Tahap – tahap tersebut didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental ( pengurutan,pengekalan,pengelompokan,pembuatan hipotesis dan penarikan kesimpulan ) yang menunjukan adanya tingkah laku intelektual,
-          Gerak melalui tahap – tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan , proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman  dan struktur kognitif yang timbul.
c.       Tasker
Tasker mengemukakan ada tiga penekanan dalam teori belajar kontruktivisme antara lain , pertama adalah peran aktif siswa dalam mengkontruksi pengetahuan secara bermakna. Kedua adalah pentingnya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkontruksian secara bermakna.ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima.
-          Unsur penting dalam lingkungan pembelajaran konstruktivisme
a.       Memerhatikan dan memanfaatkan pengetahuan awal siswa
b.      Pengalaman belajar yang autentik dan bermakna
c.       Adanya lingkungan sosial yang kondusif
d.      Adanya dorongan agar siswa bisa mandiri
e.       Adanya usaha untuk mengenalkan siswa tentang dunia ilmiah


-          Kelebihan dan Kekurangan Teori Kontruktivisme
Kelebihan :
a.       Pembelajaran kontruktivistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri.
b.      Pembelajaran konstruktivistik memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa sehingga siswa  terdorong untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa.
c.       Pembelajaran konstruktivistik memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan menggunakan berbagai konteks.
d.      Pembelajaran kontruktivistik mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka,
e.       Pembelajaran kontruktivisme memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan gagasan , saling menyimak , dan menghindari kesan selalu ada satu jawaban yang benar.

Kelemahan :
a.       Siswa mengkontruksi pengetahuannya sendiri,tidsk jarang bahwa hasil kontruksi siswa tidak cocok dengan hasil kontruksi para ahli sehingga miskonsepsi
b.      Kontruktivistik menanamkan agar siswa membangun pengetahuannya sendiri, hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama dan setiap siswa memerlukan penanganan yang berbeda.
c.       Situasi dan kondisi tiap sekolah tidak sama,karena tidak semua sekolah memiliki sarana prasarana yang dapat membantu keaktifan dan kreativitas siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar